elrozaqhaqiqi

This WordPress.com site is the bee's knees

TOKOH-TOKOH BEHAVIORISTIK

Leave a comment

Tokoh Tokoh Behavioristik

  1. 1.      Edward Lee Thomdike (1874-1949 )

Menurut Thomdike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R). Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respon perlu adanya kemampuan untuk memilih respon yang tepat serta melalui usaha (trials) dan kegagalan (error) terlebih dahulu.Oleh karena itu teori belajar ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi.

Thomdike mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon mengikuti hukum-hukum betikut:

  • Hukum kesiapan yaitu semakin siap organisme memperoleh perubahan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
  • Hukum akibat yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.
  • Hukum latihan yaitu semakin sering tingkah laku diulang maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.

 

  1. 2.      Ivan Petrovich Pavlov ( 1849-1936 )

Pavlov meraih penghargaan Nobel dalam bidang psikology or medicine pada tahun 1904. Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikologi behavioristik di Amerika. Classic conditioning (pengkondisian ) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing , dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. Pavlov mengadakan operasi leher pada seekor anjing sehingga kelihatan kelenjar air liurnya dari luar. Apabila diperlihatkan sesuatu makanan maka akan keluarlah air liurnya. Kini sebelum makanan diperlihatkan maka yang diperlihatkan adalah sinar merah terlebih dahulu baru makanan. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar juga. Dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan , sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya

 

  1. 3.      Burrhus Frederic Skinner ( 1904 -1990 )

Skinner dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung (directed instruction ) dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning.Operant conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operan ( penguatan positif atau negative ) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan.Berdasarkan berbagai percobaan pada tikus dan burung merpati , Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan ( reinforcement ). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus – respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan menjadi dua yaitu penguatan positif yang berupa hadiah, perilaku atau penghargaan dan penguatan negative yang berupa menunda / tidak memberi penghargaan,  memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang.

Prinsip belaja Skinner antara lain :

  • Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan , jika benar diberi penguat
  • proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar
  • Materi pelajaran digunakan system modul
  • Dalam proses pembelajaran tidak digunakan hukuman
  • Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforcer
  • Dalam pembelajaran digunakan shaping

 

  1. 4.      Robert Gagne ( 1916-2002 )

Menurut Gagne, belajar dimulai dari paling sederhana (belajar signal) dilanjutkan pada yang lebih kompleks sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi dan prakteknya tetap mengacu pada asosiasi stimulus-respon.

  1. 5.      Albert Bandura (1925- masih hidup sampai sekarang )

Teori belajar social Bandura menunjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap, dan reaksi emosi orang lain. Teori Bandura menjadi dasar dari perilaku pemodelan yang digunakan dalam berbagai pendidikkan secara masal.

Aplikasi Teori Behavioristik Terhadap Pembelajaran Siswa

  1. Guru menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap sehingga tujuan pembelajaran yang harus dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru
  2. Guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun simulasi
  3. Bahan pelajaran disusun secara hierarki dari yang sederhana sampai pada yang kompleks
  4. Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati
  5. Kesalahan harus segera diperbaiki
  6. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan
  7. Evaulasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s